A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 243

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/k9076026/public_html/system/core/Exceptions.php:170)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 671

Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia

Mengenai Asma pada Anak

Mengenal Asma pada anak (oleh Dr. Nastiti)

Mengenai Anak Asma

Asma pada anak dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini menunjukan peningkatan, yaitu sekitar 10% pada anak Sekolah Dasar (SD) dan 6,7% pada anak usia Sekolah Menengah Pertama (SLTP). Pada hakikatnya, seorang anak dalam masa pertumbuhan memerlukan kebebasan untuk dapat berakitfitas secara normal. Asma pada anak dapat mengganggu aktifitas dan tumbuh kembang anak.

Anak-anak asma tetap bisa menjalankan aktifitas normal seperti anak yang sehat jika asma yang diderita dapat dikendalikan secara baik. Anak dengan asma dapat berolahraga seperti teman sebayanya, namun bila serangan asmanya sering dipicu oleh aktifitas fisik maka dalam berolahraga harus didahului dengan pemanasan (warming-up) selama 6—10 menit, kemudian diakhiri dengan pendinginan yang baik. Bila perlu dapat memakai obat terlebih dahulu sebelum berolahraga. Anak penyandang asma sebaiknya menghindari olahraga yang perlu kecepatan tinggi, seperti sprint atau balap sepeda.

Pedoman Nasional Asma Anak Indonesia mendefinisikan asma sebagai mengi berulang yang terkadang disertai batuk persisten dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Timbul secara episodik
  2. Serangan asma cenderung terjadi pada malam/dini hari
  3. Adanya faktor pencetus di antaranya bahan yang dihirup (misal: asap rokok), faktor lingkungan, beberapa jenis makanan, dan aktifitas fisik yang berlebihan
  4. Bisa dikendalikan
  5. Adanya riwayat asma atau atopi/alergi pada pasien atau keluarganya
  6. Faktor keturunan/genetik

Serangan asma adalah kondisi adanya penyempitan saluran pernapasan yang terjadi karena mengkerutnya otot dinding saluran napas, pembengkakan dan peradangan dinding saluran pernapasan sehingga udara menjadi lebih sulit untuk lewat.

3 CARA PENANGGULANGAN ASMA
  1. Mencegah serangan asma adalah dengan cara menghindari pencetusnya, misalnya tungau debu rumah, asap rokok, dan bulu rontokan kulit binatang peliharaan. Sebagai langkah penghindaran, dapat dilakukan antara lain; menggunakan kasur busa, seprei dan sarung bantal serta selimut dicuci rutin tiap 1 minggu, lemari dan rak dibersihkan dengan kain basah, maksimal boleh 3 buku di kamar, hindarkan asap rokok, tidak memelihara hewan peliharaan, dll.
  2. Tatalaksana serangan asma (reliever).
  3. Tatalaksana jangka panjang dengan cara pemberian obat pengendali (controller) secara terus-menerus pada anak yang sering mendapat serangan.

Fakta Anak Asma

Asma merupakan penyakit kronik yang banyak menyerang anak-anak di bawah usia 18 tahun. Asma tidak dapat disembuhkan, namun Asma dapat dikendalikan melalui tatalaksana pengobatan yang terencana berdasarkan gejala yang dialami individu, yang tepat dan adekurat sesuai dengan derajat Asmanya. Anak dengan Asma tetap dapat bermain melakukan aktifitas fisik, misalnya berolah raga, akan tetapi harus tetap menjalani pengobatan secara medis.